Analisa dan Evaluasi Diri Sendiri, Keluarga, Lingkungan Sekitar Tempat Tinggal, dan Lingkungan Kampus

Analisis dan Evaluasi Terkait Diri Sendiri

Kelebihan        :

  • Memiliki kemampuan beradaptasi yang baik sehingga mudah dalam memiliki teman yang baru / berkenalan dengan teman baru.
  • Memiliki etos kerja yang tinggi dan berani untuk bersusah terlebih dahulu sebelum menikmati hasil dari kerja keras.
  • Memiliki kemauan dan usaha untuk terus bertumbuh secara rohani sebagai manusia yang percaya dan bertaqwa pada Tuhan Yang Maha Esa.
  • Memiliki manajemen waktu yang baik sehingga dapat melakukan pekerjaan secara terfokus untuk meraih hasil yang maksimal.

Kekurangan     :

  • Memiliki emosi yang tidak stabil sehingga mudah mengalami perubahan mood secara tiba-tiba
  • Memiliki rasa sayang terhadap diri sendiri yang tinggi sehingga menimbulkan kesan egois
  • Mudah panik terhadap sesuatu sehingga sulit berkonsentrasi ketika menghadapi sesuatu yang berat. Sulit fokus dan hati-hati ketika bekerja dalam tekanan.
  • Memiliki pemikiran yang terlalu berjangka panjang sehingga sering terlambat dalam melakukan langkah-langkah untuk mewujudkan suatu tujuan.

Permasalahan yang dihadapi  :

Permasalahan yang dihadapi terutama ketika membagi waktu antara akademik, organisasi, dan istirahat. Sebagai contoh ketika dalam satu waktu terdapat tiga kejadian yang terjadi secara bersamaan. Saya seringkali mengutamakan akademik dan istirahat dan izin untuk tidak ikut rapat. Hal ini mungkin akan menimbulkan kesan tidak serius dalam menjalankan tanggung jawab, walaupun sebenarnya kehadiran saya tidak sangat dibutuhkan.

Permasalahan lain yang timbul adalah adanya rasa minder terhadap teman yang memiliki prestasi akademik dan organisasi yang lebih baik.Beberapa teman diangkatan saya ada yang menjadi ketua organisasi atau divisi dengan IPK > 3.5. Hal tersebut seperti menohok bahwa saya seperti tidak memanajemen waktu dengna baik. Teman saya tersebut memang mengorbankan sebagian waktu istirahatmya untuk hal tersebut dan hal itu sulit untuk saya lakukan.

Rencana Pemecahan Masalah             :

Langkah awal dari pemecahan masalah adalah mengidentifikasi kekurangan diri seperti yang sudah dilakukan di atas. Selanjutnya adalah meyakinkan diri bahwa tidak bisa terpaku pada satu prinsip, karena itu dibutuhkan proses adaptasi pada situasi tertentu. Adaptasi tersebut akan membuat saya lebih efektif dan terfokus dalam mengerjakan sesuatu secara maksimal.

Masalah pembagian waktu sebenarnya adalah masalah pembagian skala prioritas. Setiap keputusan yang diambil dalam penentuan skala prioritas akan memiliki efeknya sendiri. Sebagai contoh adalah kondisi saya yang mengutamakan istirahat dan akademik sehingga organisasi akan tidak maksimal. Permasalahan akan timbul jika saya tidak dapat dan tidak siap menerima efek dari skala prioritas yang dibuat.

Untuk itu diperlukan kepastian dan kesiapan dalam menerima konsekuensi dari segala sesuatu. Apabila saya tetap dengan prinsip awal yang menomor tigakan organisasi, walaupun tentunya harapan yang diinginkann adalah keseimbangan antara 3 hal tersebut, maka saya tinggal menyiapkan diri terhadap efek dari keputusan saya yaitu setidaknya tidak bisa menjadi pengurus harian atau jabatan yang menyita banyak waktu.

Apabila saya mendorong terjadinya keseimbangan maka setidaknya harus ada satu hal lain yang disiapkan untuk dikorbankan sesaat untuk mengantisipasi ketidakseimbangan. Awalnya hal lain yang dikorbankan tersebut adalah organisasi. Untuk kedepannya dapat dibagi dua yaitu organisasi dan istirahat karena bagaimanapun akademik adalah hal yang utama.

 

 

Analisa dan Evaluasi Terkait Keluarga

Kelebihan        :

  • Komunikasi yang terjalin dengan baik antara orang tua dan saya. Hal ini disebabkan karena prinsip dari ibu saya yang lebih mengutamakan komunikasi daripada sikap keras dan represif.
  • Terjalin hubungan saling mengerti yang kuat karena komunikasi yang baik sehingga dapat saling membantu dalam berbagai hal.
  • Kepercayaan yang kuat antara Ibu dan saya. Sebagai contoh adalah saya seringkali diminta mengambil uang lewat ATM dan diberitahu nomor PIN, padahal nomor PIN adalah hal yang rahasia.

Kelemahan            :

  • Meskipun ada saling mengerti terkadang muncul sikap mementingkan diri sendiri. Hal ini umumnya hanya terjadi pada diri saya karena memang benar kasih ibu kepada beta tak terhingga sepanjang masa.
  • Perbedaan sifat antara ibu dan nenek menyebabkan seringnya konflik. Apalagi jika ada tiga diskusi antara tiga generasi yang berbeda. Namun hal tersebut dapat diantisipasi dengan rasa pengertian meskipun terkadang tetap terjadi pertengkaran, tetapi akan berakhir dengan damai.

Permasalahan yang dihadapi  :

Permasalahan yang dihadapi sebenarnya bukan ke komunikasi tapi lebih ke kondisi ekonomi keluarga. Saat ini saya tinggal bersama nenek dan ibu. Nenek saya tidak bekerja sementara ibu saya lebih banyak membantu saudarinya yang membuka pengobatan akupuntur yang pendapatannya kurang mencukupi. Ditambah lagi dengan kondisi saya yang kuliah di Yogyakarta sehingga butuh biaya hidup dan akademik. Meskipun saya sudah mendapat bantuan bidik misi, untuk biaya hidup dan kuliah tidak dibiayai sehingga masih membutuhkan kiriman dari ibu. Dengan kondisi ekonomi terebut maka saya dituntut untuk dapat memanajemen keuangan dengan baik agar dapat bertahan hidup.

Rencana Pemecahan Masalah             :

Untuk mengatasi masalah ekonomi tersebut dibutuhkan berbagai langkah yang tepat. Langkah pertama adalah melakukan manajemen keuangan yang tepat dan hemat. Langkah kedua adalah berusaha mencari penghasilan seperti dengan menjadi asisten dosen, mengajar materi kebumian Olimpiade Sains Nasional, dan melakukan bisnis kecil-kecilan. Langkah ketiga adalah dengan belajar sungguh-sungguh untuk meraih hasil yang terbaik di kuliah sehingga bisa cepat lulus dan mendapat kerja (meringankan beban orang tua).

Analisis dan Evaluasi Terkait Lingkungan Sekitar Tempat Tinggal

Kelebihan                    :

  • Lingkungan tempat tinggal saya terletak di dekat perbatasan Kabupaten Sidoarjo dan Kota Surabaya. Letak tersebut memberikan kemudahan akses ke bandara dan terminal yang dapat ditempuh dalam waktu kurang dari 30 menit. Selain itu juga kemudahan akses lainnya seperti pasar, mall, rumah sakit, sekolah, dan sebagainya.
  • Rumah saya terletak di depan gerbang perumahan sehingga sangat strategis dalam hal bisnis.
  • Kondisi masyarakat di lingkungan tempat tinggal secara umum cukup baik dan ramah. Jarang atau bahkan tidak pernah terjadi perselisihan antar warga.
  • Kebutuhan listrik PLN dan air PDAM mudah dan jarang mengalami masalah sehingga mudahkan aktivitas sehari-hari.

Kekurangan           :

  • Lingkungan tempat tinggal saya yang dekta dengan perbatasan selain memebrikan keuntungan juga memberikan kerugian. Banyak pendatang baru yang tinggal dan kita tidak pernah tahu sifat setiap orang. Karena itulah hampir di setiap Perumahan selalu ada keterangan tamu wajib lapor untuk mencegah perampokan dan sebagainya.
  • Rumah saya yang terletak di depan gerabng perumahan juga memberikan kelemahan. Salah satunya adalah rumah saya menjadi target pertama bagi para pencuri. Hal terebut didukung dengan letak pos satpam yang saat ini tidak lagi berada di gerbang perumahan tetapi agak masuk kedalam hingga berjarak 50 meter.
  • Letak rumah saya yang berada di depan gerbang perumahan membuat keluarga saya (mak saya) menjadi jarang terlihat atau berinteraksi dengan warga sekitar. Hal ini menimbulkan kesan bahwa kami apatis dan anti sosial. Padahal memang terkadang ketika mama dan mak saya berkunjung untuk silaturahmi ke rumah pak RT, sambutan yang diterima kurang menyenangkan. Akan tetapi konflik kecil antar warga adalaha hal yang biasa dalam huibungan bermasyarakat. Yang terpenting adalah tidak terjadi perselisihann yang parah dan berlarut-larut.
  • Kondisi rumah saya saat ini lebih rendah dari muka jalan yang ada di depan rumah. Hal ini disebabkan karena peninggian jalan. Hal tersebur menyebabkan rumah saya megalami banjir ketika hujan karena air bergerak dari tempat tinggi ke tempat rendah.

Permasalahan yang dihadapi        :

Permasalahan yang dihadapi sebenarnya sangat berhubungan dengan letak dari rumah saya. Mulai dari keamanan yang kurang, hubungan dengan masyarakat sekitar yang belum erat, kondisi banjir ketika musim hujan, dan sebagainya.

Rencana Pemecahan Masalah             :

Identifikasi masalah sebenarnya biasanya tidak membutuhkan kalimat yang panjang. Akan tetapi rencana pemecahan masalah biasanya membutuhkan kalimat panjang untuk menjelasakan beberapa kemungkinan pemecahan masalah, walaupun yang terpikirkan biasanya hanya satu dua cara.

Untuk masalah keamanan dapat diatasi dengan beberapa cara. Pertama dengan memelihara anjing yang dapat menjadi penjaga dan memberikan tanda gonggongan ketika ada orang asing yang masuk. Kedua adalah dengan memasang CCTV di beberapa tempat / spot strategis untuk merekam gerak gerik orang asing yang masuk. Ketiga dengan mengajukan usulan agar pos satpam kembali diletakkan di depan gerbang. Keempat dengan membuat parit dan pagar berduri di belakang dan di atas pagar yang sudah ada. Kelima dengan memberikan gembok dan kunci ganda pada setiap pintu bahkan jendela untuk menghambat pergerakan pencuri.

Untuk masalah hubungan dengan masyarakat yang bekum erat dapat diselesaikan dengan beberapa cara. Pertama dengan meningkatkan komunikasi dengan tetangga dan ketua RT setempat. Salah satunya dengna meminta kontak mereka dan bergabung dengan grup what sap yang ada. Kedua membudayakan izin ketika tidak dapat menghadiri rapat-rapat penting atau pertemuan antar kepala keluarga. Yang terpenting disini adalah adanya komunikasi yang baik sehingga menghilangkan kesalahpahaman. Dibutuhkan kemauan dari keluarga saya terutama mak dan mama saya untuk mau membuka diri dan tidak hanya beraktivitas di dalam rumah saja.

Untuk masalah banjir mungkin satu-satunya cara adalah dengan meninggikan besement /  dasar rumah. Hal ini akan membutuhkan biaya tinggi karena akan membongkar total konstruksi rumah yang sudah ada. Akan tetapi hal ini tidak dapat dihindari mengingat kita tidak bisa melawan hukum alam.

Analisis dan Evaluasi Terkait Lingkungan Sekitar Universitas Gadjah Mada

Kelebihan        :

  • Universitas Gadjah Mada terletak di Yogyakarta sehingga sangat dipengaruhi oleh budaya Yogyakarta. Hal ini tentunya memberikan beberapa efek yang baik seperti budaya lemah lembut dan sopan santun yang dijunjung tinggi di Kota Yogyakarta.
  • Lingkungan di sekitar UGM bisa dibilang cukup baik dan aman. Saya pernah berbincang dengan beberapa penjual makanan dan mereka mengatakan tidak ada premanisme atau Orang kuat yang meminta uang keamanan.
  • Banyak toko yang menjual kebutuhan sehari-hari di UGM. Berbagai kebutuhan mahasiswa tersedia dengan harga yang murah seperti Minimarket, Fotocopy, Laundry, Toko Buku, dan sebagainya.
  • Lingkungan akademik di UGM didasarkan kepada kekeluargaan, sehingga persaingan yang ada adalah persaingan yang sehat. Bahkan bisa dibilang tidak terasa persaingan di bidang akademik. Hal ini berbeda dengan lingkugnan akademik di ITB atau UI yang lebih kompetitif.

Kekurangan           :

  • Meskipun lingkungan UGM cukup aman bukan berarti tidak ada kriminalitas. Di beberapa tempat masih sering terjadi aksi kriminalitas. Beberapa barang yang sering dicuri adalah laptop, HP, Sepeda Motor, Helm, Tas, dan sebagainya. Lokasi terjadinya pencurian juga di berbagai tempat seperti Kos, tepi jalan, bahakan di tempat parkir kampus. Di tempat parkir Departemen Teknik Geologi sering terajdi pencurian helm dan motor. Pelaku tidak pernah diusut ataupun ditangkap meskipun sudah ada CCTV. Meski ada tindakan kriminalitas tetapi intensitasnya tetap lebih rendah dibanding Jakarta dan Medan . Hal tersebut saya dengar dari teman saya yang memang berasal dari sana.
  • Budaya lemah lembut dan sopan santun di Yogyakarta memang memberikan efek positif bagi pembentukan karakter mahasiswa. Akan tetapi sifat yang terlalu menjaga perasaan orang lain dan takut salah justru menjadi kelemahan terutama dalam forum debat dan diskusi. Kebanyakan mahasiswa UGM tidak berani tampil di depan umum dan sering kalah dalam memberikan inisiatif dan ide tentang suatu solusi dan permasalahan. Hal ini justru menjadi bumerang karena mahasiswa UGM menjadi tidak mempunyai kelebihan dalam first impression. Padahal dalam dunia yang kompetitif tidak hanya tentang keahlian saja yang dinilai tapi juga bagaimana cara meyakinkan para pendengar.
  • Wifi di UGM bisa dibilang memiliki cakupan yang tidak merata dalam hal kecepatan. Di beberapa tempat kecepatan koneksi internet cukup tinggi, akan tetapi di tempat lain menjadi rendah.

Permasalahan yang dihadapi  :

Permasalahan utama yang dihadapi di lingkungan UGM adalah lingkungan akademik yang kurang mengajarkan tentang bagaimana cara menyampaikan ide dengan berani dan yakin. Doktrin yang mengatakan mahasiswa harus berpikir matang terlebih dahulu sebelum berbicara justru menjadi bumerang karena membuat mahasiswa terkesan lambat dalam berpikir. Di era informasi ini yang dibutuhkan tidak hanya ketepatan tapi juga kecepatan.

Masalah lain adalah tidak seluruh jurnal langgan UGM dapat di download gratis. Teman saya mengatakan bahwa jumlah web dan jurnal yang bisa di download di Jepang lebih banyak dari UGM.

Rencana Pemecahan Masalah             :

Pemecahan masalah untuk masalah penyampaian ide dan gagasan dapat dilakukan dengan meningkatkan intensitas presentasi dan debat tentang suatu ilmu di kelas kuliah. Mahasiswa tidak hanya mendengar dosen berbicara tapi juga menyampaikan pendapat tentang suatu masalah. Pemberian hadiah kepada mahasiswa yang berani bertanya dan bernai menjawab juga dapat meningkatkan iklim kompetitif sekaligus iklim berani mengungkapkan pendapat.

Pemecahan masalah tentang kejadian kriminalitas dapat diatasi dengan  meningkatkan keamanan sekitar kampus. Misalnya dengan menngkatkan pengecekan identitas kendaraan yang keluar masuk kampus. Untuk daerah kos-kos an dapat dilakukan dengan meningkatkan keamanan di pos penjagaan, pemberian kunci ganda pada sepeda motor, pemberian CCTV di beberapa tempat yang strategis, dan sebagainya. Mahasiswa perlu meningkatkan keamanan Kos dan Kamar Kos dengna memberikan gembok tambahan dan selalu mengunci kamar ketika akan pergi keluar kos.

Pemecahan masalah tentang kecepatan wifi dapat dilakukan dengan meningkatkan anggaran belanja kuota internet dari pihak kampus. Bagaimanapun tidak seharusnya kuota wifi mahasiswa dibatasi. Selain itu juga perlu di tambah lagi Pemancar Wifi di beberapa spot tambahan agar cakupannya semakin luas sehingga akses internet mahasiswa lebih lancar.

Pemecahan masalah tentang jurnal internasional dapat dilakukan dengan peningkatan kerjasama antar pihak UGM dengan penyedia jurnal internasional sehingga lebih banyak lagi jurnal free yang bisa di download. Hal ini sangat penitng karena jurnal-jurnal tersebut seringkali menjadi sumber referensi utama para mahasiswa.

jason.hartanto (11)

Mahasiswa Teknik Geologi UGM angkatan 2015

Leave a Reply

Your email address will not be published.